Bukber TPG 40 Tahun 2016

cooltext189882519068082 photo

Yuk ketemuan dan kangen-kangenan di acara Buka Bersama 2016

Hari/Tanggal : Sabtu, 25 Juni 2016

Lokasi                : Restoran Rumpun Bambu

Alamat              : Jl. Supriyadi (TB Simatupang) No. 19, Pasar Rebo, Jakarta Timur

Waktu               : mulai 16.30 WIB

Biaya                  : IDR 105K/pax dewasa

Gambar Tampak Depan Rumpun Bambu Restoran

Venue bukber kita kali ini mungkin ga se-fancy venue tahun-tahun sebelumnya. Tp nyaman untuk yg bawa anak-anak dan ga serusuh resto yang gedongan. Dijamin lebih intimate! Kali ini kita juga coba ganti gaya, cobain prasmanan 🙂

Google Maps 

Catatan untuk yg datang dari arah Kampung Rambutan/TMII/Bogor/Tol Dalkot :

Setelah terminal Kampung Rambutan, selalu di lajur paling kiri ya.. Patokannya di seberang kanan ada RS Jantung Bina Waluya. Bbrp meter dari patokan itu, sebelah kiri akan ada logo Lion Air & ATM BCA. Silahkan parkir disana, krn ATM BCA udah bagian dari resto. Jangan sampai kelewatan ya..lokasinya sblm Lottemart. Krn kalau bablas, hrs muter lg di pasar rebo 😀

 

Catatan untuk yg datang dari arah Tol Serpong/Tol TB Simatupang Lebak Bulus :

Exit tol kampung rambutan, lurus sampai putaran balik ke terminal kampung rambutan. Berikutnya, sama seperti yg diatas yaa..

Q & A

Q : Bayarnya kpn?

A : nanti aja di venue

 

Q : Gw bawa babysitter,  gimana?

A : ga ikutan paket prasmanan kita ga apa-apa, order porsian aja terpisah dan lgsg bayar di kasirnya ya

 

Q : Kalau anak-anak diatas 5th, biayanya brp?

A : Free, tp kalau toh ternyata ada biaya, cm kisaran 25-50% dewasa kok

 

Q : Kapan terakhir konfirmasi?

A : Makin rame makin asyik! On the day, masih bs kabarin kok. Cuma krn ini prasmanan dan kita udah order dgn jumlah pax tertentu.  Panitia deg-degan aja kalau ternyata yg dateng lbh sedikit  😀

Ok jgn byk nanya, lgsg save the date & siapin duitnya aja. Sampai Ketemu Nanti! 🙂 🙂 🙂

Contact Info :

i2n       : 08170878078

Hani    : 08170949756

Angel  : 081314779756

Prima : 08567740656

 

 

 

image

Beda, kali ini mau waktu bergerak lebih cepat.

Apapun yang dijalani di usia 30, relatif berat. Walaupun gw merasa lebih tough dari tahun-tahun sebelumnya. Tp kehidupan profesional dan personal keduanya menghantam terlalu keras.

“Cobaan apa lagi sih ini?”

Marah, mereda, marah, mereda

Penyebab kenapa enggan berlama-lama menahan waktu. 31 (mungkin) lebih indah.

Hidup dengan harapan, semua hal buruk akan membaik, sesegera mungkin. Itu alasan yang membuat optimis dan ga berdiam terlalu lama dalam gelap meski belum terlihat titik terang.

31, Selamat datang…

~ when life hits you hard, get up! ~

Enjoy Our Jakarta

Lupa klik “Publish” postingan ini dari tiga minggu lalu. Penyakit jelang kepala 3 🙂

=========

Enjoy Our Jakarta

Lahir dan tumbuh di jakarta kadang membuat kita malas berlibur kota ini. Mungkin karena kita bosan. Mungkin juga kita pikir tidak menarik. Kemungkinan lain yang (mungkin) tidak disadari, justru (mungkin) kita tidak mengenal Jakarta.

Terlalu banyak kemungkinan.

Kita lebih mengenal Jakarta melalui pusat perbelanjaannya. Mulai dari kelas pasar pagi, ITC sampai mal mewah. Sagala aya.

Saya dan lima orang teman akhir pekan lalu menikmati jakarta dengan cara yang berbeda.

=========

Makan malam di Indah Seafood 21, Kalimati, Gunung Sahari (Jakarta Utara)

Kami memulai liburan ini dengan makan malam bersama. Tapi saking terlalu lapar dan terlalu kenyang sampai malas foto. Dibayangkan aja seperti tempat makan seafood tendaan yang banyak di pinggiran jalan dengan ukuran berkali lipat. Ramai pengunjung, rasa cukup lumayan dan harga masuk akal.

Sepeda santai di Monas Gambir (Jakarta Pusat)

Ada pilihan sepeda single, tandem berdua dan bertiga. Keliling 1x putaran saja sudah ngos-ngosan karena terasa seperti boncengan. Apalagi kalau tandeman kita susah jaga keseimbangan.

sepeda santai tandem di monas malam hari wisata enjoy jakarta

Minum wedang ronde di pinggiran jalan Hayam Wuruk (Jakarta Pusat)

Satu jam lebih bersepeda dan duduk-duduk di lapangan Monas, kami jadi agak kembung. Butuh kehangatan. Kehangatan yang halal buat enam cewe single cuma wedang ronde 🙂 #curcol

 

Bermalam di Tune Hotel (Sekarang : Red Planet Hotel), Pasar Baru (Jakarta Pusat)

Sekamar tetap diisi berdua, supaya tetap nyaman. Ini kan liburan 🙂 Sempat ragu sewaktu mau menginap di area ini, terlalu dekat dengan “Red District”. Tapi saya perhatikan detail suasana hotel, karyawan dan pengunjungnya, kesan negatif dan kekhawatiran saya berkurang.

red planet hotel tune hotel pasar baru

red planet hotel tune hotel pasar baru

 

Jogging di pantai ancol (Jakarta Utara)

Semua sebatas niat. Realisasinya cuma foto-foto. Semua masih muka bantal dan kelaparan. Yang ada di ingatan saya semasa kecil kalau pantai Ancol dulu luas. Kenyataannya tidak ya! Area tempat bermain air anak sempit. Ancol sedang mempersiapkan pantai pasir putih sepanjang beberapa kilometer sih, kalau itu rampung baru deh lumayan luas.

Hal yang menarik pandangan saya adalah transaksi jual beli hasil tangkapan beberapa nelayan di sepanjang jembatan. Karena konsep pasar apung yang pernah saya lihat cuma Ah-Poong (sentul) dan floating market (lembang). Yang keduanya bukan benar-benar pasar apung

jogging di pantai ancol jakarta utara enjoy jakarta

pasar apung pantai ancol jakarta utara

Sarapan bubur ayam H. Sulaeman, Cikini (Jakarta Pusat)

Energy recharged dengan semangkok bubur hangat.

bubur ayam cikini haji sulaeman

Jalan kaki sekitaran Passer Baroe (Jakarta Pusat)

Belanja manisan jambu, es potong dan kue tete* jadi nostalgia ke masa lalu.

gerbang passer baroe pasar baru enjoy jakarta wisata passer baroe pasar baru enjoy jakarta

Lihat pameran foto Kantor Berita Antara (Jakarta Pusat)

Mampir kesini bukan bagian dari rencana. Kebetulan berada di sebelah gerbang passer baroe dan terlihat tampilan luarnya menarik, gedung tua dengan banyak foto bernilai berita di dalamnya.

pameran foto jurnalistik kantor berita antara

Menikmati es krim Ragusa, Gambir (Jakarta Pusat)

Rasa eskrim, panasnya ruangan dan ketusnya cici di kasir konsisten dari sejak pertama saya coba. Bertahun-tahun lalu dan masih sama. Bukan Ketus Biasa (BKB). Nada tinggi dan ekspresi menyebalkan, sangat khas! Tidak pernah berniat datang lagi karena keinginan sendiri. Kesekian kali cuma demi mengantar mereka yang penasaran. Kapasitas yang seadanya dan terpaksa menikmati di emperan toko sebelahnya.

es krim ragusa jakarta enjot jakarta

Museum Bank Mandiri, Kota (Jakarta Barat)

Banyak yang antik di museum ini tapi sayang interior yang panas, lusuh dan tidak tertata apik. Jadi tidak betah berlama-lama di dalamnya. Sekedar biar tau aja. Tujuan berikutnya sebenarnya adalah Museum Bank Indonesia. Sayangnya kami belum rejeki. Antriannya mengular. Padahal Museum BI direkomenasikan banyak orang.

wisata museum bank mandiri enjoy jakarta

Bersantai di Cafe  Batavia, Kota (Jakarta Barat)

Sudah hampir jam 4 sore, matahari masih aja terik. Mengaku kalah dengan panasnya matahari dan ramainya pengunjung sekitar museum Fatahillah, kami pilih bersantai ala turis bule saja di Cafe Batavia. Segelas minuman dingin, camilan ringan ditemani live music evergreen songs sambil ngobrol dan sesekali melihat jauh keluar jendela. Terlintas, ohh mungkin begini dulu tuan dan noni belanda mengisi sore senjanya.

Jakarta is still enjoyable!

cafe batavia kota tua enjoy jakarta

 

 

 

 

Daraminang.com Tempoe Doeloe

Saya ingat di pertengahan tahun 2007, saya yang gaptek mulai mengenal dunia internet marketing. “Dipaksa” paham dan segera praktek. Semua tutorial bagian per bagian dilahap. Dipahami definisi dari istilah-istilah asing yang luar biasa bikin mumet.

PR awal yang semua member baru wajib buat adalah website berbayar.

Daraminang.com ini PR pertama saya.

Bukan website nama sendiri, misal InsaniRoefliana.com karena saya pikir nama saya susah diingat orang, dieja huruf per huruf aja orang-orang masih suka salah. Maklum ejaan lama, “U” masih ditulis “OE”. Agak unik untuk anak muda kelahiran 1985. Biasanya penggunaan ini terhenti di generasi kelahiran 70an akhir #sotoy.

Pilihan jatuh ke Daraminang.com dengan terutama pertimbangan Branding. Saya seorang Dara dan saya Minang. Simpel!

Tapi ini pun masih ada aja yang salah kira jadi Darahminang.com. Karena pikir mereka, saya berDarah Minang. Ya..ya..ga salah juga sih 🙂 Tapi kesannya kan jadi blog tema Thriller, berdarah-darah

Daraminang.com bermula dari blog pribadi. Isinya sebatas curhatan pribadi beralih fungsi menjadi Toko Online. Karena PR kedua saya waktu itu adalah toko online. Demi penghematan, website yang sudah ada aja diisi produk jualan. Daripada beli domain baru 🙂

screenshot tampilan www.daraminang.com 2007 sampai 2013
screenshoot tampilan www.daraminang.com 2007 sampai 2013

Delapan tahun yg lalu, toko online belum semenjamur sekarang. Komunitas IM kami sudah gencar untuk mulai buka lapak, apapun produknya. Dan laku!

Saya ga mau kalah donk, saya ikutan arus 🙂

Saya pilih jualan aksesoris bros jilbab, supaya ga terlalu mainstream. Karena yang jualan jilbab banyaknya luar biasa. Saya produk pelengkapnya aja. Sedikit ada tambahan aksesoris wanita lain, misal gesper, kalung, gelang, anting dan tusuk konde. Ditambah lagi, tempat belanjanya dekat sekali kantor saya waktu itu. Jadi niche itu sudah yang paling pas.

Bertahan selama 3 tahun, Daraminang.com berkontribusi besar untuk menambah uang jajan saya. Ga jarang keuntungan bersih per bulan melebihi gaji kantoran.

Flashback..

Daraminang.com Tempor Doeloe

2015, Daraminang.com sudah pindah tangan. Lihat saja isinya berbahasa Jepang. Cuma karena kelalaian kecil tapi fatal. Lupa renewal domain. Hasil pencarian di google aja yang terindex masih data Daraminang.com tempoe doeloe. 🙁

screenshot tampilan www.daraminang.com 20015
screenshot tampilan www.daraminang.com 20015
search result www.daraminang.com
search result www.daraminang.com

Pertanyaan Sederhana Penuh Makna

“Apa kabar?”

Pertanyaan pembuka obrolan standar. Sederhana tapi penuh makna.

Kemarin malam obrolan dengan seorang kawan diawali dengan bertanya kabar. Lama tidak saling sapa, apalagi jumpa, karena kami beda negara.

image

Kilas balik 2 tahun lalu, saya bersepeda tengah malam di Singapura. Pinjam sepeda teman saya ini, ditemani anak dan 2 karyawannya. Teman saya dan suaminya sudah berumur diatas 50 tahun, yakin tidak sanggup bersepeda sampai 4 jam keliling kota.

Nite ride dimulai dengan saya dan anak mereka meninggalkan condominium menuju toko menjemput 2 karyawannya. 4 sepeda MTB, 2 condo mewah dan 2 toko peralatan para skaters. Keluarga teman saya ini cukup sejahtera nampaknya.

Perbandingan tampak jelas ketika selama perjalanan kami melintasi banyak vertical houses yang standar saja bentuknya. Bisa dibayangkan di dalamnya ruangan terbatas. Beda sekali dengan condo mereka yang luas, dengan 3 kamar tidur, ruang tamu dan dapur dengan ukuran normal. Ada fasilitas private pool, gym, taman dan kolam ikan yang bagus.

Tempat tinggal beberapa teman lain yang lain ukurannya serba mini. Jadi terasa nyaman sekali berada di condo mereka.

Dua tahun terakhir ternyata bisnis tidak berjalan seperti harapan. Apa yang mereka punya perlahan hilang. Tempat usaha, tempat tinggal, tidak tersisa. Tentu mereka masih punya harta untuk bertahan hidup tapi (mungkin) tidak dengan standar hidup yang sama.

Bertanya kabar jadi sangat bermakna bila pada akhirnya kita bisa mengirimkan doa saling menguatkan dalam kesulitan.