Category Archives: Keuangan

Cara dan Prosedur Restitusi SPT Status Lebih Bayar Karena Zakat

Saya akan share mengenai tahapan yang saya lakukan dalam proses pelaporan dan pengembalian/restitusi pajak perseorangan dengan status lebih bayar karena pelaporan sumbangan wajib atau zakat. Zakat dalam hal ini adalah zakat yang disalurkan melalui badan lembaga zakat yang diakui oleh pemerintah.

Daftarnya bisa dibaca disini >> Badan Lembaga Zakat/Sumbangan Wajib Keagamaan Yang Diakui Oleh Ditjen Pajak RI

Sharing ini penting karena sebagian besar kita hanya tau sebatas kalau zakat yang disalurkan melalui badan lembaga zakat dapat mengurangi Penghasilan Nilai Kena Pajak (PTKP). Tapi kita tidak pernah benar-benar tau persis bagaimana proses pelaporan dan pengembaliannya. Asumsi saya, sebagian besar kita malas “ribet”. Baca artikel ini sampai selesai, kamu akan paham ternyata prosesnya tidak seribet yang kamu bayangkan.

======================

20 Maret 2014

Pelaporan SPT via e-filling.

Saya isi Form 1770S sesuai dengan formulir 1721-A1 yang didapat dari perusahaan. Pada kolom “Sumbangan Wajib Keagamaan/Zakat” isi sesuai dengan total zakat selama periode Jan-Des 2013. Infaq dan sedekah tidak termasuk. Total yang saya masukkan sama dengan total yang tercantum di Kuitansi/Laporan Konsolidasi Tahunan dari Dompet Dhuafa.

21 Maret 2014

Kirim Dokumen Pendukung ke KPP Pratama

Kamu terdaftar di KPP Pratama mana? Kesanalah kamu harus kirim dokumen pendukungnya. Karena mereka yang akan analisa dan follow up permohonan restitusi kamu. Dokumen yang harus dilengkapi sbb :

    • Copy KTP

    • Copy NPWP

    • Copy halaman depan buku rekening

    • Print kukti pelaporan SPT e-filing (ini diterima via email langsung setelah kita selesai isi SPT via e-filling)

    • Kuitansi/Laporan Konsolidasi Tahunan Zakat via Dompet Dhuafa (ini juga dikirim via email)

    • Formulir 1721-A1 (asli)

    • surat permohonan restitusi pajak karena zakat
      surat permohonan restitusi pajak karena zakat

24 Maret 2014

Terima Klarifikasi Pihak Pajak

Dihubungi via SMS dan Telepon oleh pihak KPP Pratama. Pengalaman saya, justru mereka yang tidak mau repot. Saya diminta untuk tidak lanjutkan prosesnya, revisi SPT menjadi status Nihil. Kalau kamu juga dirayu, contek jawaban saya juga boleh “Makasih mba, saya mau repot kok untuk lanjutkan prosesnya. Hak saya berapapun nilainya” 🙂

9 April 2014

Tunggu Konfirmasi Resmi Pihak Pajak

Karena kita berurusan dengan institusi resmi, maka harus dapat konfirmasi resmi juga. SMS dan telepon tidak cukup. Saya dapat surat balasan dari Ditjen KPP Pratama Tangerang Timur seperti di bawah ini. Ternyata Kuitansi/Laporan Konsolidasi Tahunan Zakat saya tidak valid. Karena tidak mencantumkan No NPWP. Saya lupa belum edit profile di website Dompet Dhuafa. Setelah masukkan data NPWP, saya telepon ke call center Dompet Dhuafa dan minta di email ulang laporan konsolidasinya.

Surat Resmi Ditjen Pajak KPP Pratama Tangerang Timur
Surat Resmi Ditjen Pajak KPP Pratama Tangerang Timur

11 April 2014

Respon Surat Resmi Pihak Pajak

Ini format surat balasan saya merespon surat resmi S-675/WPJ.08/KP.0908/2014. Kali ini saya selain melampirkan laporan konsolidasi yang valid, saya juga kirimkan lagi bukti penerimaan elektronik atas revisi ke-1 SPT karena saya salah mengisikan total zakat. Total zakat yang saya masukkan nilainya lebih kecil dari yang tercantum di laporan. Hal ini saya jelaskan dengan detail di surat balasan tsersebut.

surat balasan ke KPP Pratama
surat balasan ke KPP Pratama

2 Mei 2014

Akhirnya hari ini di SMS dan ditelepon KPP Pratama Tangerang Timur, permohonannya sudah selesai dan diterima. Lumayan cepat dan tidak berbelit-belit prosesnya. Tinggal tunggu pengembalian uangnya terealisasi. Nanti diupdate lagi deh. Supaya kalian tau berapa lama total proses restitusi SPT status lebih bayar karena zakat. Tahapan yang paling penting adalah pastikan dokumen yang dikirim sudah lengkap dan benar sehingga proses lebih cepat dan tidak perlu ada revisi seperti yang saya lakukan.

29 Mei 2014

Di bulan yang sama, tanggal 29 Mei uangnya sudah ditransfer ke Bank Mandiri. Bodohnya saya, di awal proses pakai rekening BCA dan sewaktu balas SMS di tanggal 2 Mei pakai rekening Bank Mandiri. Pantas aja, sejak Mei sampai September bolak-balik cek e-banking BCA kok belum cair juga. Pikir saya, lama banget prosesnya. Apalagi kalau nilai uangnya yang jauh jauh jauh lebih besar ya. Hahaaa suuzon! Sedikit usaha untuk hubungi petugas KPP Tangerang Timur (yang jujur susah sekali dihubungi karena jarang di tempat) akhirnya dapat kepastian.

Cara dan Prosedur Restitusi SPT Status Lebih Bayar Karena Zakat

Jadi kesimpulan saya, proses restitusi pajak penghasil (Pph) tidak sulit dan lama dengan catatan semua dokumen sudah lengkap. Proses yang saya jalani ini sangat jelas dan detail. Kalian bisa ikuti tahapan-tahapannya. Mungkin pada awalnya kalian (dulu saya juga) yakin proses akan bertele-tele, tapi buktinya tidak tuh.

Selamat mencoba tahun depan! Sebarkan artikel ini bila dirasa bermanfaat yaa 🙂

@daraminang

Lembaga Zakat dan Sumbangan Wajib Yang Diakui Ditjen Pajak Republik Indonesia

Hari ini tanggal 30 Maret 2014. Ini berarti 1 hari menjelang penutupan penerimaan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi. Sedangkan SPT Perusahaan masih ada waktu 1 bulan lagi hingga akhir April 2014.

“Sudahkan kamu lapor pajak?”

Kalau jawabannya sudah. Pertanyaan selanjutnya “Apakah kamu sudah melaporkan zakat/sumbangan wajib di dalam laporan pajak?”

Sebagian besar akan menjawab “Belum” atau “Memang bisa/perlu dilaporkan?”

Masyarakat Indonesia (mungkin) sudah sadar pajak tapi belum banyak yang sadar bahwa zakat/sumbangan wajib keagamaan juga perlu dilaporkan. Tujuannya adalah sebagai pengurang Penghasilan Kena Pajak. Ketentuannya adalah zakat/sumbangan wajib tersebut disetorkan melalui lembaga-lembaga yang telah diakui keabsahannya oleh Ditjen Pajak Republik Indonesia.

Daftar lembaga penerima zakat dan sumbangan wajib keagamaan yang diakui adalah sebagai berikut :

lembaga zakat yang diakui ditjen pajak republik indonesia
lembaga zakat yang diakui ditjen pajak republik indonesia

Kamu bebas memilih apakah akan menyalurkan zakat dari penghasilan kamu setiap bulan secara langsung ke orang yang kamu tentukan atau mempercayakannya via lembaga zakat di atas. Kalau saya pertimbangannya menyalurkan melalui Dompet Dhuafa karena penerima zakat di dalam Islam harus memenuhi beberapa persyaratan, yakni (CMIIW) :

  1. Fakir
  2. Miskin
  3. Amil Zakat (Pengurus Zakat)
  4. Para Muallaf (Orang yang baru memeluk Agama Islam)
  5. Para Budak belian yang ingin memerdekakan dirinya
  6. Yang terlilit oleh Hutang
  7. Sabilillah (Para pembela dan penegak agama Allah)
  8. Para Musafir (yang kehabisan bekal dalam perjalanan tapi tidak berniat untuk bermaksiat)

Saya kuatir zakat yang saya sampaikan sendiri tidak sesuai dengan kriteria yang diharuskan. Itu mengapa saya memilih lembaga zakat agar zakat penghasilan yang saya keluarkan setiap bulan tepat sasaran dan dikelola secara profesional. Insha Allah 🙂

Apabila kamu juga tertarik untuk mulai menyalurkan lewat lembaga zakat, sekarang mudah mengakses informasi mengenai lembaga zakat tersebut melalui websitenya. Saya coba ambil contoh Dompet Dhuafa ya!

website dompet dhuafa

Dompet Dhuafa memiliki beberapa cara untuk mempermudah kita berdonasi (zakat, infaq, sedekah). Bisa melalui

a. Perbankan

  • Setor Tunai
  • ATM
  • Internet Banking
  • SMS Banking

b. Langsung ke Kantor Dompet Dhuafa

c. Jemput Donasi

Luar biasa mudah kan. Lembaga zakat lain kurang lebih sudah memiliki fasilitas yang sama. Sekarang semakin mudah bagi kita untuk menjalankan perintah agama. Sekarang terserah kamu preferensinya dengan cara yang mana.