Studi Ahli Mengenai High Intensity Interval Training

Studi Mengenai HIIT (High Intensity Interval Training)

Dari sekian banyak pilihan latihan untuk membakar lemak dan meningkatkan metabolisme tubuh, pilihlah latihan yang dirancang berdasarkan studi para ahli. Salah satunya adalah HIIT (High Intensity Interval Training). Studi pertama yang menemukan manfaat HIIT untuk meningkatkan pembakaran lemak dilakukan oleh tim peneliti di Laval University (Ste-Foy, Quebec, Canada) pada 1994. Mereka melaporkan bahwa seorang pria dan wanita telah mengikuti program HIIT selama 15 minggu mengalami penuruna lemak tubuh secara signifikan daripada kelompok lain yang melakukan latihan biasa selama 20 minggu.

Temuan tersebut ternyata “menggelitik” ilmuwan lain untuk membuktikan kebenaran hasil penelitian ini Tim peneliti dari berbagai penjuru dunia pun mulai melakukan studi mendalam terkait manfaat HIIT untuk memaksimalkan pembakaran lemak dan menurunkan berat badan.

bagaimana cara latihan HIIT

HIIT Membakar Kalori dan Lemak Selama 24 Jam

Pakar olahraga dari Baylor College of Medicide (Houston, Texas) pada 1996 melaporkan bahwa subyek yang melakukan HIIT menggunakan sepeda statis kemampua tubuhnya dalam membakar kalori mengalami peningkatan. Bahkan, pembakaran kalori tersebut berlangsung hingga 24 jam ke depan setelah latihan. Hal itu didukung oleh studi yang dipresentasikan pada Annual Meeting of the American College of Sports Medicine tahun 2007 melaporkan bahwa, subyek yang melakukan HIIT berhasil membakar 10% kalori selama 24 jam setelah latihan. Peneliti menambahkan bahwa HIIT dapat meningkatkan proses metabolisme dalam otot dan menumpulkan kemampuan tubuh untuk menyimpan lemak.

HIIT Membakar Kalori dan Lemak 6x Lebih Banyak

Penelitian di Australia melaporkan bahwa wanita yang melakukan 20 menit latihan HIIT, 8 detik lari cepat (sprint) diikuti dengan 12 detik istirahat, diketahui mampu membakar lemak 6x lebih banyak ketimbang wanita lain yang berkardio biasa selama 40 menit.

HIIT Mengurangi Enzim Lemak

Sebuah studi dari Norwegian University of Science and Technology, melaporkan bahwa subyek dengan sindrom metabolik yang mengikuti program HIIT 16 minggu mengalami penuruna 100% lebih besar dalam menurunkan enzim yang memproduksi lemak dibandingkan subyek lain yang melakukan latihan intensitas sedang.

Tertarik untuk mencoba latihan HIIT? Baca panduannya disini : HIIT : Program Meningkatkan Metabolisme dan Pembakaran Lemak Tubuh

One thought on “Studi Ahli Mengenai High Intensity Interval Training”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *