Tag Archives: enjoy jakarta

Enjoy Our Jakarta

Lupa klik “Publish” postingan ini dari tiga minggu lalu. Penyakit jelang kepala 3 🙂

=========

Enjoy Our Jakarta

Lahir dan tumbuh di jakarta kadang membuat kita malas berlibur kota ini. Mungkin karena kita bosan. Mungkin juga kita pikir tidak menarik. Kemungkinan lain yang (mungkin) tidak disadari, justru (mungkin) kita tidak mengenal Jakarta.

Terlalu banyak kemungkinan.

Kita lebih mengenal Jakarta melalui pusat perbelanjaannya. Mulai dari kelas pasar pagi, ITC sampai mal mewah. Sagala aya.

Saya dan lima orang teman akhir pekan lalu menikmati jakarta dengan cara yang berbeda.

=========

Makan malam di Indah Seafood 21, Kalimati, Gunung Sahari (Jakarta Utara)

Kami memulai liburan ini dengan makan malam bersama. Tapi saking terlalu lapar dan terlalu kenyang sampai malas foto. Dibayangkan aja seperti tempat makan seafood tendaan yang banyak di pinggiran jalan dengan ukuran berkali lipat. Ramai pengunjung, rasa cukup lumayan dan harga masuk akal.

Sepeda santai di Monas Gambir (Jakarta Pusat)

Ada pilihan sepeda single, tandem berdua dan bertiga. Keliling 1x putaran saja sudah ngos-ngosan karena terasa seperti boncengan. Apalagi kalau tandeman kita susah jaga keseimbangan.

sepeda santai tandem di monas malam hari wisata enjoy jakarta

Minum wedang ronde di pinggiran jalan Hayam Wuruk (Jakarta Pusat)

Satu jam lebih bersepeda dan duduk-duduk di lapangan Monas, kami jadi agak kembung. Butuh kehangatan. Kehangatan yang halal buat enam cewe single cuma wedang ronde 🙂 #curcol

 

Bermalam di Tune Hotel (Sekarang : Red Planet Hotel), Pasar Baru (Jakarta Pusat)

Sekamar tetap diisi berdua, supaya tetap nyaman. Ini kan liburan 🙂 Sempat ragu sewaktu mau menginap di area ini, terlalu dekat dengan “Red District”. Tapi saya perhatikan detail suasana hotel, karyawan dan pengunjungnya, kesan negatif dan kekhawatiran saya berkurang.

red planet hotel tune hotel pasar baru

red planet hotel tune hotel pasar baru

 

Jogging di pantai ancol (Jakarta Utara)

Semua sebatas niat. Realisasinya cuma foto-foto. Semua masih muka bantal dan kelaparan. Yang ada di ingatan saya semasa kecil kalau pantai Ancol dulu luas. Kenyataannya tidak ya! Area tempat bermain air anak sempit. Ancol sedang mempersiapkan pantai pasir putih sepanjang beberapa kilometer sih, kalau itu rampung baru deh lumayan luas.

Hal yang menarik pandangan saya adalah transaksi jual beli hasil tangkapan beberapa nelayan di sepanjang jembatan. Karena konsep pasar apung yang pernah saya lihat cuma Ah-Poong (sentul) dan floating market (lembang). Yang keduanya bukan benar-benar pasar apung

jogging di pantai ancol jakarta utara enjoy jakarta

pasar apung pantai ancol jakarta utara

Sarapan bubur ayam H. Sulaeman, Cikini (Jakarta Pusat)

Energy recharged dengan semangkok bubur hangat.

bubur ayam cikini haji sulaeman

Jalan kaki sekitaran Passer Baroe (Jakarta Pusat)

Belanja manisan jambu, es potong dan kue tete* jadi nostalgia ke masa lalu.

gerbang passer baroe pasar baru enjoy jakarta wisata passer baroe pasar baru enjoy jakarta

Lihat pameran foto Kantor Berita Antara (Jakarta Pusat)

Mampir kesini bukan bagian dari rencana. Kebetulan berada di sebelah gerbang passer baroe dan terlihat tampilan luarnya menarik, gedung tua dengan banyak foto bernilai berita di dalamnya.

pameran foto jurnalistik kantor berita antara

Menikmati es krim Ragusa, Gambir (Jakarta Pusat)

Rasa eskrim, panasnya ruangan dan ketusnya cici di kasir konsisten dari sejak pertama saya coba. Bertahun-tahun lalu dan masih sama. Bukan Ketus Biasa (BKB). Nada tinggi dan ekspresi menyebalkan, sangat khas! Tidak pernah berniat datang lagi karena keinginan sendiri. Kesekian kali cuma demi mengantar mereka yang penasaran. Kapasitas yang seadanya dan terpaksa menikmati di emperan toko sebelahnya.

es krim ragusa jakarta enjot jakarta

Museum Bank Mandiri, Kota (Jakarta Barat)

Banyak yang antik di museum ini tapi sayang interior yang panas, lusuh dan tidak tertata apik. Jadi tidak betah berlama-lama di dalamnya. Sekedar biar tau aja. Tujuan berikutnya sebenarnya adalah Museum Bank Indonesia. Sayangnya kami belum rejeki. Antriannya mengular. Padahal Museum BI direkomenasikan banyak orang.

wisata museum bank mandiri enjoy jakarta

Bersantai di Cafe  Batavia, Kota (Jakarta Barat)

Sudah hampir jam 4 sore, matahari masih aja terik. Mengaku kalah dengan panasnya matahari dan ramainya pengunjung sekitar museum Fatahillah, kami pilih bersantai ala turis bule saja di Cafe Batavia. Segelas minuman dingin, camilan ringan ditemani live music evergreen songs sambil ngobrol dan sesekali melihat jauh keluar jendela. Terlintas, ohh mungkin begini dulu tuan dan noni belanda mengisi sore senjanya.

Jakarta is still enjoyable!

cafe batavia kota tua enjoy jakarta